Monday, September 26, 2011

Teknik Memasang Keramik Lantai

Seorang engineer dituntut untuk bisa dan terbiasa membuat dokumen teknik, salah satunya adalah user manual yang akan memudahkan orang lain mengerjakan sesuatu. Dengan user manual, orang yang tidak bisa menjadi bisa. Ibarat resep masakan, orang yang tidak pernah membuat pizza ternyata menjadi bisa membuat pizza yang lezat.
Secara tidak sengaja, saya menemukan artikel dari Bandung Advertiser yang menjelaskan tata cara pemasangan keramik lantai. Ini dia, user manual yang saya cari yaitu resep memasang keramik lantai. Dengan resep ini, saya menjadi bisa memasang keramik lantai. Hasilnya? Mungkin tidak sebagus tukang, mungkin sama bagusnya, atau malah lebih bagus dari tukang. Siapa tahu kan.
Berikut teknik memasang keramik lantai:
  1. Rendam keramik di dalam air. Hal ini akan membuat keramik menjadi lebih elastis dan lebih mudah menempel pada saat pemasangan.
  2. Perhatikan kualitas keramik. Keramik kualitas rendah akan susah memasang secara presisi. Untuk itu, nat keramik harus dipasang longgar karena masing-masing keramik memiliki selisih 0.2–0.5 mm sehingga tidak saling bertubrukan.
  3. Oleskan air semen. Bilaskan semen yang sudah dicampur air sedikit ke bawah keramik. Hal ini akan membuat daya rekat keramik ke adukan benar-benar lengket.
  4. Bersihkan dari kerikil. Adukan dan dasar lantai yang akan dipasang harus bersih dari kerikil, batu, atau ganjalan lain yang akan membuat rongga di bawah keramik.
  5. Padatkan secara rata. Ketuk keramik yang baru dipasang dan pastikan tidak ada yang kopong atau bagian dasar berongga karena itu akan membuat keramik lepas di kemudian hari. Periksa ketinggiannya apakah sudah sama rata dengan benang yang ditarik untuk menentukan ketinggian lantai.
  6. Nat keramik dipasang belakangan. Jangan pasang semen oker atau nat pada sisi keramik saat itu juga. Biarkan selama dua atau tiga hari. Hal ini akan membuat sisa udara yang mengendap akan keluar melalui nat yang belum ditutup. Setelah itu baru diberi semen nat dan jangan lupa membersihkan nat yang masih kosong dari kotoran yang mengendap.
  7. Jangan diinjak-injak. Amankan areal keramik yang baru dipasang dari lalu lalang orang selama 2–3 hari. Keramik akan ambles karena adukan di bawahnya masih belum kuat untuk dibebani.
  8. Periksa kembali. Dalam sebuah areal pemasangan 3×3 m biasanya terdapat 3–5 keramik yang kopong. Untuk itu segera bongkar dan ulangi pemasangannya.

0 comments:

Post a Comment